TVRINews, Bengkulu
SMP Negeri 1 Kota Bengkulu meluncurkan inovasi sistem ujian digital ASTEROID EXAM PRO (Asesmen Terintegrasi Android dan Exambro Proteksi Kecurangan) sebagai upaya meningkatkan integritas pelaksanaan asesmen sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Inovasi yang mulai diterapkan pada 2026 tersebut memanfaatkan telepon pintar milik siswa sebagai media ujian dengan sistem keamanan yang dirancang untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan.
Kepala SMPN 1 Kota Bengkulu, Mukhtarimin, mengatakan pengembangan ASTEROID EXAM PRO dilatarbelakangi berbagai tantangan dalam pelaksanaan ujian, mulai dari tingginya potensi kecurangan hingga penggunaan kertas yang masih membebani anggaran sekolah.

"Selama ini kami menemukan berbagai kendala, seperti siswa yang membuka aplikasi lain saat ujian, keterbatasan laboratorium komputer, hingga risiko kebocoran soal. Karena itu kami menghadirkan sistem yang lebih aman, efisien, dan sesuai dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Melalui aplikasi Riyu Exambro, perangkat Android siswa akan masuk ke mode khusus selama ujian berlangsung. Sistem akan mengunci akses ke aplikasi lain sehingga peserta tidak dapat membuka peramban internet, media sosial, aplikasi percakapan, menggunakan fitur split screen, maupun melakukan tangkapan layar (screenshot) dan perekaman layar (screen recording).
"Saat ujian berlangsung, telepon seluler hanya berfungsi sebagai media asesmen. Dengan begitu, proses penilaian menjadi lebih objektif dan hasilnya benar-benar mencerminkan kemampuan siswa," kata Mukhtarimin.
Selain meningkatkan keamanan pelaksanaan ujian, sistem ini juga mempercepat proses penilaian. Jika sebelumnya guru membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk mengoreksi hasil ujian secara manual, kini nilai beserta analisis butir soal dapat diperoleh secara otomatis sesaat setelah peserta menyelesaikan ujian.
Dari sisi efisiensi, penggunaan ASTEROID EXAM PRO juga mampu mengurangi biaya operasional asesmen hingga 80–90 persen karena sekolah tidak lagi bergantung pada pencetakan soal dan lembar jawaban.
"Pengurangan penggunaan kertas juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung program Green Government melalui pengelolaan pendidikan yang lebih ramah lingkungan," tambahnya.
Mukhtarimin menjelaskan, manfaat inovasi tersebut tidak hanya dirasakan sekolah, tetapi juga pemerintah daerah melalui peningkatan kualitas tata kelola pendidikan. Sementara bagi guru, sistem ini mampu mengurangi beban administrasi, sedangkan bagi siswa diharapkan dapat membangun budaya belajar yang lebih jujur sekaligus meningkatkan literasi digital.
"Dengan sistem ini kami ingin memastikan proses asesmen berlangsung secara adil, transparan, dan menghasilkan lulusan yang berintegritas," tutupnya.
Saat ini, ASTEROID EXAM PRO telah diterapkan secara penuh dalam pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) dan Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu serta menjadi salah satu inovasi digital yang mendapat apresiasi sebagai pelopor pelaksanaan ujian berbasis teknologi di Kota Bengkulu.










