TVRINews, Kaur
Demi menjemput masa depan yang cerah, anak-anak yang tinggal di Dusun Trans Padang Genting, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, harus berjuang ekstra setiap harinya. Puluhan siswa SDN 127 Kaur ini dipaksa bertaruh nyawa melewati akses jalan terjal, berbatu, dan dipenuhi lumpur dalam agar bisa sampai ke sekolah.
Perjuangan berat ini tidak hanya sebatas medan jalan yang sulit. Beberapa siswa bahkan harus menyeberangi sungai terlebih dahulu demi bisa mengenyam pendidikan dasar. Kondisi ini menjadi rutinitas yang membahayakan keselamatan para generasi penerus bangsa di wilayah tersebut.
Melalui unggahan video di akun Facebook SDN 127 Kaur dan media sosial para guru, terlihat pemandangan memprihatinkan saat para siswa melintasi jalan berlumpur tanpa alas kaki. Seragam sekolah mereka pun kerap terkena noda lumpur yang kini seolah telah menjadi sahabat dalam perjalanan menuntut ilmu.
Menanggapi perjuangan berat siswa SDN 127 Kaur tersebut, Erna Sari Dewi selaku Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu menyatakan rasa prihatinnya. Ia merasa miris melihat kondisi anak-anak dan masyarakat yang setiap hari harus berjibaku dengan lumpur.

"Kondisi yang dialami warga di Desa ini tidak boleh dianggap hal yang biasa, ini adalah hak dasar anak-anak untuk memperoleh pendidikan, akses jalan yang sulit dan membahayakan warga seperti ini tidak boleh dibiarkan bertahun-tahun, mengingat permasalahan pendidikan itu merupa hak mendasar yang harus diperoleh para generasi penerus bangsa, keselamatan anak-anak dan masyarakat yang melintas di jalan berlumpur ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik itu pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Legislatif," tegas perempuan yang akrab disapa Bunda Erna tersebut kepada tvrinews.com, Minggu, 3 Mei 2026.
Anggota Komisi V DPR RI ini menuturkan bahwa kondisi jalan berlumpur dan berbatu sepanjang 15 kilometer tersebut seharusnya tidak lagi ditemukan, mengingat komitmen pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan di daerah.
"Hak memperoleh infrastruktur jalan yang layak untuk warga desa tanjung agung harus menjadi perhatian serius kita bersama, kita harus bergandeng tangan memperjuangkan perbaikan dan peningkatan akses jalan penghubung menuju fasilitas pendidikan serta fasilitas kesehatan untuk dijadikan prioritas utama, dan saya pun siap menjadi garda terdepan memperjuangkan hal tersebut di DPR RI melalui Komisi V," ujar Erna, yang sebelumnya menjabat di Komisi VII DPR RI.
Sebagai bentuk komitmen awal di Komisi V, Erna Sari Dewi sendiri telah berhasil mengawal program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 114 unit bagi warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Kaur.
Untuk tahun anggaran 2027, ia menargetkan kuota program BSPS di Provinsi Bengkulu dapat ditingkatkan hingga mencapai seribu unit rumah, sembari terus memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan bagi siswa di pedalaman Kaur.










