TVRINews, Bengkulu
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu Lampung mendorong Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan semua wajib pajak agar dapat mengoptimalkan penerimaan negara guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.
Hal tersebut penting dikarenakan kepatuhan pajak merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah, sehingga sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terus meningkat.

"Kondisi perekonomian Indonesia secara umum masih baik dan memiliki daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan global," kata Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo saat konferensi pers Tax Gathering 2026 di Kota Bengkulu, Kamis, 30 Juli 2026.
Sigit mengatakan, disaat kondisi ketidakpastian geopolitik ekonomi global, ekonomi Indonesia saat ini masih berada pada kondisi yang cukup kuat.
Berdasarkan data, surplus neraca perdagangan, cadangan devisa yang solid, dan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap terjaga menjadi indikator ketahanan ekonomi nasional.
Namun, rasio penerimaan pajak tetap perlu dioptimalkan disetiap daerah. Seperti di Bengkulu yang penerimaan pajak menunjukkan tren positif, namun belum sepenuhnya mencerminkan potensi ekonomi daerah, khususnya dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, dan pertambangan batu bara.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi yaitu, masih adanya perusahaan yang beroperasi dan memperoleh keuntungan di Bengkulu, namun izin administrasi perpajakannya tercatat didaerah lain, sehingga berdampak pada belum optimalnya kontribusi pajak terhadap pembangunan daerah.
Oleh karena itu, DJP mengajak pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha di Bengkulu agar melakukan administrasi perpajakan sesuai dengan lokasi kegiatan usahanya.
"Jika penerimaan pajak meningkat, maka transfer ke daerah juga berpotensi bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan transformasi sistem administrasi perpajakan berbasis digital guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi data, agar dapat memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak.
Sigit berharap dengan dibangunnya kolaborasi dan sinergi yang semakin erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya kepatuhan pajak, penerimaan negara dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat pembangunan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif dan berkelanjutan.









