TVRINews, Bengkulu
Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Bengkulu (UNIB) angkatan 2025 meluncurkan buku akademik yang memetakan berbagai potensi Kota Bengkulu melalui perspektif komunikasi, khususnya dalam membangun identitas dan citra kota.
Buku berjudul “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya, dan Lanskap Digital Kota Bengkulu” tersebut merupakan karya kolaboratif 26 mahasiswa dan terdiri atas sembilan bab dengan tema yang beragam.
Buku ini tidak hanya mendokumentasikan potensi daerah, tetapi juga mengkaji bagaimana kekayaan wisata, budaya, identitas lokal, serta perkembangan ruang digital dapat dikonstruksikan menjadi bagian dari strategi city branding Kota Bengkulu.
Dalam perspektif akademik, para penulis menempatkan city branding sebagai proses komunikasi yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah tidak menjadi satu-satunya aktor dalam membentuk citra kota, tetapi juga melibatkan masyarakat, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga pengguna media digital.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Gushevinalti, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil dari mata kuliah Media dan Manajemen Pencitraan. Karya itu menjadi bentuk kontribusi akademik mahasiswa dalam melihat potensi dan pembangunan wilayah, khususnya Kota Bengkulu sebagai objek kajian.
“Selamat untuk seluruh mahasiswa MIKOM UNIB angkatan 16 yang telah berhasil menyelesaikan penulisan buku ini dengan sangat baik,” kata Gushevinalti.
Menurutnya, pembangunan city branding membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Potensi wisata dan budaya, termasuk sejarah, tradisi, serta kekayaan lokal, dapat dikomunikasikan secara lebih strategis melalui berbagai saluran media.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi penerbitan buku yang mengangkat konsep city branding tersebut. Ia menilai kajian akademik mengenai potensi daerah dapat menjadi sumber gagasan dalam merumuskan arah pembangunan Kota Bengkulu.
“Buku ini menjadi salah satu solusi konkret yang ditawarkan teman-teman mahasiswa MIKOM 16. Diperlukan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan MIKOM FISIP UNIB untuk pembangunan kota, karena gudang ide dan gagasan itu ada di kampus,” jelas Dedy.
Bagi para penulis, penyusunan buku ini menjadi bagian dari proses akademik untuk menghubungkan teori komunikasi yang diperoleh selama perkuliahan dengan persoalan dan realitas yang berkembang di masyarakat.
Kajian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ilmu komunikasi memiliki ruang yang luas dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari merancang strategi komunikasi, membangun identitas, hingga memperkuat reputasi sebuah kota.
Perwakilan penulis, Novia Raudah, mengatakan buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan diskusi sekaligus referensi bagi berbagai pihak dalam melihat dan mengembangkan potensi Kota Bengkulu.
“Dalam buku ini membahas city branding seperti apa yang ingin dibangun oleh Kota Bengkulu, karena di sini terdapat beragam potensi, seperti budaya, sejarah, pariwisata, dan bentang alam,” ujar Novia.
Melalui buku tersebut, mahasiswa MIKOM UNIB menawarkan perspektif bahwa city branding bukan sekadar persoalan mempromosikan sebuah kota. Lebih dari itu, city branding merupakan proses membangun identitas, menggali potensi, dan mengangkat cerita mengenai kota secara bersama-sama.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai sektor lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk identitas Kota Bengkulu yang kuat dan berkelanjutan.
Buku “Ekosistem City Branding Partisipatif” diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi akademik mahasiswa MIKOM UNIB dalam memperkaya kajian komunikasi sekaligus memberikan gagasan bagi penguatan identitas dan pembangunan Kota Bengkulu.










