TVRINews, Bengkulu
Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Bengkulu (UNIB) memberikan penguatan literasi digital terkait antisipasi bahaya radikalisme di media sosial (medsos) pada 120 orang Siswa-siswi Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu.
Sosialisasi literasi digital ini melibatkan 10 fasilitator yang merupakan mahasiswa MIKOM UNIB yang dipimpin oleh Dosen Pembimbing, Alfarabi. Diantara fasilatator tersebut, yaitu Novia Putri Raudah, Fardiana, Cindy Dwi Anggraini, Endang Saputra, Purwanto, Leonardo Ferdinan, Maryanto, Meissy Sakina Firdausa, Fergita Fitri Ardhana, dan Chairil Ansyorie.
Ketua Tim Literasi, Alfarabi mengatakan, siswa-siswi diberikan tiga materi utama oleh 10 orang fasilitator yaitu pemahaman definisi radikalisme serta bagaimana pengaruh penyebarannya dapat terjadi di media sosial.
Kedua, siswa dibekali langkah untuk mengenali dan memeriksa informasi yang didapat di Media Sosial. Dan yang ketiga, siswa dituntut berpikir kritis dengan tidak langsung percaya dan menyebarkan informasi dari medi sosial.
“Di era digital saat ini, anak-anak tidak bisa lepas dari telepon genggam dan media sosial. Pemberian pemahaman anti radikalisme sejak dini tentu sangat diperlukan, karena penyebaran doktrin radikalisme dapat menyebari di Media Sosial,” kata Alfarabi di Kota Bengkulu, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa MIKOM UNIB, Endang Saputra menjelaskan, paham radikalisme sangat rentan untuk siswa-siswi karena penyebarannya sudah banyak di media sosial, baik dari informasi berita dan hiburan yang memuat provokasi dan ajakan yang mengarah ke perbuatan ekstremisme.
“Di media sosial sangat rentan sekali informasi yang memuat paham radikalisme memasuki ranah anak-anak melalui sarana informasi maupun hiburan. Karena itu kami disini memberikan bekal bagaimana agar anak-anak paham ideologi bangsa yaitu pancasila dan paham dampak bahaya paham radikalisme yang dapat mengancam bangsa,” jelas Endang.
Literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk membangun ketahanan siswa dalam menghadapi beragam informasi di media sosial. Melalui kemampuan berpikir kritis, memeriksa informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan, diharapkan siswa mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.










