TVRINews, Bengkulu
Perum Bulog Bengkulu masih menyerap gabah dan beras dari petani lokal untuk swasembada pangan atau penguatan cadangan pangan nasional. Hingga saat ini realisasi serapan gabah dan beras di Bengkulu telah mencapai 3.867 ton setara beras.
Capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Pimpinan Perum Bulog Bengkulu, Dody Syahrual mengatakan, hasil panen para petani lokal dipastikan akan terserap secara optimal. Selain untuk mendukung penguatan pangan nasional, juga untuk membantu perekonomian petani dengan harga pembelian gabah yang mahal, sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

(Foto: Pimpinan Perum Bulog Bengkulu, Dody Syahrual)
"Realisasi serapan sebesar 3.867 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Bengkulu menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," ujar Dody Syahrial dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Rabu, 3 Juni 2026.
Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.
Sehingga dapat memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ucapnya.










