TVRINews, Bengkulu
Jenazah Surakman, salah satu awak kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang membawa rombongan jurnalis dan sempat hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan dipulangkan ke rumah duka di Banten pada Kamis (24/9/2026) pagi.
Saat ini, jenazah almarhum masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu guna persiapan pemulangan.
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Imam Wijayanto, mengonfirmasi bahwa proses pemberangkatan jenazah dari Bengkulu menuju Jakarta akan mendapatkan pendampingan langsung dari pihak kepolisian.
"Jenazah almarhum Bapak Surakman yang sementara masih disemayamkan di Rumah Sakit Polda Bengkulu rencananya malam ini atau besok pagi diterbangkan ke Jakarta, untuk selanjutnya diantarkan ke Polda Banten dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Kombes Pol. Imam Wijayanto.
Proses pengiriman jenazah akan didampingi langsung oleh Kabid Dokkes Polda Bengkulu. Pihak kepolisian terus melakukan koordinasi ketat untuk memastikan seluruh rangkaian proses pemulangan berjalan lancar.
Sebelumnya, jasad tanpa identitas ditemukan di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi medis.
Tim medis Polda Bengkulu lantas mengambil sampel DNA korban dan mengirimkannya ke Pusdokkes Polri untuk dicocokkan dengan data keluarga dari lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadhatu I yang hilang di wilayah hukum Polda Banten.
Hasil uji DNA tersebut secara resmi dikonfirmasi oleh Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, pada Rabu (23/9/2026). Hasil identifikasi secara genetik memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, ABK dari KM Arupadhatu I.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta esok hari, jenazah akan langsung dibawa menuju Banten untuk diserahterimakan kepada keluarga duka.










