TVRINews, Bengkulu
TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan 596 sasaran pembangunan melalui program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 190 titik masih dalam proses pengerjaan dan 29 titik telah rampung 100 persen.
Program yang menjangkau sembilan kabupaten dan satu kota di Bengkulu ini menyasar pembangunan infrastruktur dasar serta fasilitas pelayanan masyarakat. Pekerjaannya meliputi pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK dan jembatan, hingga perbaikan sekolah, rumah ibadah, serta jalan.
Dansatgas 3 Kopassus, Brigjen TNI Bram Pramudya, mengatakan KBSB merupakan bentuk nyata kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan daerah.
"Karya Bakti Skala Besar ini adalah wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat. Sebanyak 596 sasaran kita kerjakan di seluruh Bengkulu, dari sumur bor, RTLH, MCK, jembatan, sampai sekolah dan rumah ibadah. Tujuannya satu, membantu mengatasi kesulitan rakyat dan mempercepat pembangunan daerah. Kami kerjakan bersama masyarakat, dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Bram.
Berdasarkan data progres pelaksanaan, dari total 596 sasaran, sebanyak 190 titik sedang dikerjakan, 29 titik telah selesai, sedangkan 377 titik lainnya belum dikerjakan dan akan dilaksanakan sesuai tahapan yang direncanakan.
Rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi sasaran terbanyak dengan total 230 titik. Sebanyak 91 titik di antaranya sedang dikerjakan dan lima titik telah rampung.
Selanjutnya, terdapat 124 sasaran pembangunan sumur bor, dengan tujuh titik dalam pengerjaan dan 11 titik selesai. Pembangunan MCK mencakup 61 titik, terdiri atas 33 titik dalam pengerjaan dan delapan titik telah rampung.
Untuk pembangunan jembatan, terdapat 62 sasaran. Sebanyak 57 titik sedang dikerjakan dan lima titik telah selesai.
Sementara itu, program rehabilitasi sekolah mencakup 60 titik dan rumah ibadah sebanyak 36 titik, dengan satu titik rumah ibadah sedang dikerjakan. Rehabilitasi jalan atau badan jalan mencakup 13 titik, pipanisasi delapan titik, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) satu titik, serta rehabilitasi panti asuhan satu titik yang masih dalam pengerjaan.
Bram menambahkan, seluruh sasaran pembangunan ditargetkan selesai tepat waktu dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Kami targetkan seluruh sasaran ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu kami bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat. TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga harus hadir membantu kesulitan rakyat," tegasnya.
Melalui program KBSB, TNI AD berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, hunian layak, sanitasi, pendidikan, sarana ibadah, dan konektivitas antarwilayah.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Provinsi Bengkulu.









