TVRINews, Bengkulu
Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar kegiatan penguatan kapasitas masyarakat di Desa Lubuk Puar, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, melalui pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026 itu dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Produk Unggulan Desa. Sebanyak 30 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga mengikuti pelatihan sebagai bagian dari program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UNIB, Dr. Dhanurseto Hadiprashada, mengatakan Desa Lubuk Puar memiliki potensi ekonomi yang perlu terus didorong melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
"Desa Lubuk Puar memiliki potensi yang baik untuk terus berkembang. Karena itu diperlukan pembinaan dan penguatan agar masyarakat memiliki bekal serta panduan dalam mengembangkan usahanya," ujar Dhanurseto.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui peningkatan kapasitas perempuan.
Dalam pelatihan itu, peserta dibekali materi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari penyusunan anggaran, pengelolaan tabungan, hingga pemanfaatan utang secara produktif.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan hilirisasi UMKM dengan memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Materi mencakup teknik pengemasan produk, pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran digital melalui aplikasi WhatsApp Business.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI wilayah Bengkulu, Harri Prasetyo, yang memberikan pendampingan terkait pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengembangan usaha masyarakat.
Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa, program ini diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM yang lebih mandiri, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki daya saing dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan desa.










