TVRINews, Bengkulu Tengah
Tim dosen Universitas Bengkulu (UNIB) memberikan bantuan peralatan produksi dan pelatihan kepada UMKM Kalamansi Putri Bengkulu sebagai upaya mengatasi kelebihan produksi (oversupply) jeruk kalamansi saat musim panen raya.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/8/2026) tersebut dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek Tahun 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp47,25 juta.
Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Rena Misliniyati, S.T., M.T., bersama anggota Dr. Febzi Fiona, S.E., M.M., dan Anggri Puspita Sari, S.E., M.Si., serta didukung tim mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan kepada pelaku usaha.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Rena Misliniyati, mengatakan tingginya produksi jeruk kalamansi pada musim panen belum diimbangi dengan kapasitas pengolahan yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen tidak terserap dan berakhir menjadi limbah.
"Selama ini kapasitas pengolahan UMKM hanya mampu menyerap sekitar 40 hingga 60 persen hasil panen. Akibatnya, sekitar 40 persen jeruk terbuang percuma," ujar Rena.
Menurutnya, keterbatasan peralatan produksi menjadi salah satu penyebab rendahnya daya serap hasil panen. Oleh karena itu, tim pengabdian menyerahkan satu unit mesin pembuat es krim berkapasitas 10 liter, satu unit planetary mixer, 500 kemasan pie, serta 100 cup kemasan es krim kepada pemilik UMKM Kalamansi Putri Bengkulu, Amanda Anisa Saptarani.
Selain bantuan peralatan, tim juga memberikan pelatihan diversifikasi produk dengan mengembangkan olahan baru berupa Pie Kalamansi dan Es Krim Kalamansi yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
"Kami tidak hanya memberikan alat produksi, tetapi juga mendampingi mitra dalam mengembangkan produk bernilai tambah seperti Pie Kalamansi dan Es Krim Kalamansi agar lebih kompetitif di pasar," kata Rena.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas produksi UMKM lebih dari 40 persen sekaligus mengurangi limbah buah saat panen raya.
Program pendampingan juga mencakup penguatan identitas produk melalui pengembangan desain kemasan. Bersama tim mahasiswa, pelaku UMKM dibimbing membuat kemasan modern bertema Kalamansi Heritage menggunakan aplikasi Canva untuk mendukung pemasaran di pasar ritel maupun platform digital.

"Kemasan yang lebih menarik diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas," tambahnya.
Pemilik UMKM Kalamansi Putri Bengkulu, Amanda Anisa Saptarani, mengapresiasi dukungan yang diberikan tim pengabdian UNIB. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas usaha sekaligus memperluas peluang pemasaran produk olahan kalamansi.
"Dengan peralatan yang lebih efisien dan kemasan yang profesional, kami optimistis produk olahan kalamansi Bengkulu akan semakin diminati masyarakat," ujar Amanda.
Melalui kolaborasi tersebut, tim pengabdian dan pelaku UMKM menargetkan peningkatan omzet usaha sebesar 20 hingga 30 persen. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi jeruk kalamansi sebagai produk unggulan Bengkulu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.









