TVRINews, Bengkulu
Program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah rampung 100 persen. Program ini menyasar ratusan warga di sejumlah desa sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah terluar.
Berdasarkan pantauan Tim TVRI Bengkulu, program tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera IV. Sejumlah desa penerima manfaat di Kecamatan Enggano di antaranya Desa Malakoni, Banjarsari, dan Kaana.
Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, Rinaldi Noeh, mengatakan program bedah rumah di Provinsi Bengkulu pada 2026 mencapai 3.952 unit. Pulau Enggano menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan tersebut.
Menurut Rinaldi, program ini sejalan dengan Asta Cita dan program 3 Juta Rumah yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni dan memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.
“Program bedah rumah untuk ratusan masyarakat miskin di Pulau Enggano ini kita sebar di Malakoni, Banjarsari, Kaana dan beberapa desa lainnya. Ini adalah wujud kehadiran negara dan perhatian Bapak Presiden Prabowo untuk masyarakat di pulau terluar. Alhamdulillah, progresnya sudah 100 persen selesai dan sudah dihuni warga,” ujar Rinaldi kutip Jumat, 30 September 2026.
Dari hasil pemantauan di lapangan, rumah-rumah penerima bantuan kini telah berdiri dengan kondisi lebih baik. Bangunan memiliki dinding berwarna kuning, lantai yang layak, serta lingkungan yang bersih. Sejumlah warga di Desa Malakoni juga terlihat telah menempati dan beraktivitas di depan rumah baru mereka.
Rinaldi menambahkan, pelaksanaan program di Pulau Enggano memiliki tantangan tersendiri karena material bangunan harus dikirim melalui jalur laut. Meski demikian, bantuan tetap disalurkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terluar.
“Ini bukti negara hadir sampai pulau terluar. Walaupun material harus menyeberang laut, komitmen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam menjalankan arahan Presiden untuk mengurangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) harus sampai ke Enggano,” tambahnya.
Warga penerima manfaat di tiga desa tersebut mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah karena kini dapat menempati rumah yang lebih sehat, aman, dan layak bagi keluarga.
Rinaldi menjelaskan, setiap unit rumah menerima bantuan sebesar Rp20 juta. Dana tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan sisanya untuk biaya upah pengerjaan.
Melalui program ini, pemerintah diharapkan dapat terus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak, termasuk bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah terluar.










