TVRINews, Mukomuko
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjalankan peran sebagai Regional Chief Economist.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, beserta jajaran dengan pimpinan daerah Kabupaten Mukomuko pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi financial advisory, yakni memberikan analisis, rekomendasi, dan solusi strategis terhadap dinamika ekonomi dan fiskal di daerah. Dalam audiensi tersebut, pembahasan difokuskan pada optimalisasi potensi sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Mukomuko.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Mukomuko memiliki peluang besar untuk mengakselerasi pembangunan daerah melalui optimalisasi dana dari pemerintah pusat.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pemanfaatan program-program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
"Kami melihat potensi yang sangat besar dari sektor sawit di Mukomuko. Oleh karena itu, kami mendorong Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi para petani agar lebih proaktif mengakses dana di BPDP. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani kita di daerah," ujar Zaid Burhan Ibrahim.
Dalam pertemuan tersebut, Kanwil DJPb menyoroti sejumlah program unggulan BPDP yang dapat diakses oleh masyarakat Mukomuko, antara lain:
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini menyediakan dana hibah yang kini telah ditingkatkan menjadi Rp60 juta per hektare untuk membantu petani memperbarui tanaman sawit yang sudah tua atau kurang produktif.
Pengembangan Sarana dan Prasarana (Sarpras). Bantuan pendanaan ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan produksi, penyediaan alat pertanian, hingga pengadaan fasilitas pascapanen bagi pekebun. Beasiswa Pendidikan. Program ini memberikan akses beasiswa penuh bagi anak-anak dari keluarga petani dan pekerja kebun sawit untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai institut pertanian. Program tersebut diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor perkebunan.
Selain mendorong optimalisasi program BPDP, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko atas pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Kelapa Sawit yang dinilai tepat sasaran. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan Piagam Penghargaan Penyaluran Dana Desa Tercepat ke-1 se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026 kepada Bupati Mukomuko.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat segera mengonsolidasikan kelembagaan petani dan menyusun langkah konkret untuk menyerap dana dukungan dari pemerintah pusat.
Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal dan mendampingi proses tersebut guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemandirian fiskal daerah, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu yang semakin tangguh.










